PRIORITAS PENINGKATAN PRASARANA BERKELANJUTAN PERUMAHAN BUKIT BARUGA DI MAKASSAR

  • Adithya Yudistira Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Abstrak

Penelitian ini bertujuan menganalisis ketersediaan prasarana berkelanjutan perumahan permukiman dan prioritas peningkatan prasarana perumahan permukiman. Penelitian ini bersifat deskriptif komparatif. Penelitian dilakukan pada perumahan Bukit Baruga Kecamatan Manggala Kelurahan Antang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan kuisioner. Sampel yang diambil adalah kepala rumah tangga yang dipilih secara sampel klaster. Data dianalisis dengan analisis AHP (Analytic Hierarchy Process). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi ketersediaan  prasarana transportasi, drainase, air bersih dan sanitasi perumahan secara teknis sudah memadai namun belum sepenuhnya memenuhi standar berkelanjutan. Hasil analisis prioritas peningkatan menggunakan AHP menunjukkan prioritas pertama peningkatan prasarana transportasi dengan bobot 0,31, prioritas kedua prasarana sampah dan air limbah dengan bobot 0,27, prioritas ketiga prasarana air bersih dengan bobot 0,25 dan prioritas keempat prasarana drainase dengan bobot 0,17.

Referensi

Achmad, Aditya, Muhammad. (2011). Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat Di kota Makassar, Studi Kasus Kelurahan Kassi-Kassi RW 7. Makassar: Tesis PPS Unhas.

Badan Standarisasi Nasional. SNI 03-6967-2003. Persyaratan umum sistem jaringan dan geometrik jalan perumahan.

Burhanuddin, Fathurrahman. (2012). Prioritas Pengembangan Infrastruktur Berkelanjutan di Pulau Barrang Lompo Dengan Menggunakan Metode Analisis AHP (Analytic Hierarchy Process). Makassar: Tesis PPS Unhas.

Direktorat Jenderal Cipta Karya. (1998). Pedoman Teknis Prasarana Jalan Perumahan (sistem Jaringan dan Geometri Jalan)

Massikki, Nadjib, Muh. (2005). Analisis Ketersediaan Sarana dan Prasarana pada Lingkungan Permukiman. Majalah Ilmiah “MEKTEK” Tahun VII No. 3, September.

Mark, A., Benedict, Ph.D.; Edward, T., McMahon, J.D. (2001). Green Infrastructure: Smart Conservation for the 21st Century.

Robert, Kansley. (2006). Statistik untuk penelitian. Jakarta: Rajagrafindo persada.

Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 20 tahun 1986 tentang Pedoman Teknik Pembangunan Perumahan Sederhana Tidak Bersusun

Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah. No. 534/KPTS/M/2001. Standar Pelayanan Minimal Permukiman.

LEED for Neighborhood Development Rating System. (2009). U.S. Green Building Council.Washington, DC.

Thomas, L., Saaty. (2008). Decision Making with the Analytic Hierarchy Process. Int. J. Services Sciences, Vol.1, No. 1. (http://colorado.edu/geography/), Diakses 07 Maret 2012.
Diterbitkan
2019-09-16
Bagian
Artikel