Peranan Pelabuhan Larea-rea dalam Mendukung Perekonomian antar Wilayah dan Wilayah Hinterland

  • Didiet Haryadi Hakim Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Makassar
  • A Dedy Cahyadi Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Abstrak

 

Larea-rea Port is a class III port located in Sinjai Regency, built in 1993 with the aim of smoothing the sea transportation route between Sinjai Regency and Southeast Sulawesi. Since 2003, the development of the port of Larea has not functioned as a crossing port but also as a commercial port that unloads and loads goods between regions and inland areas. Public ports have functions from various aspects, one of the aspects that support the existence of a port is the economic aspect. This research is a qualitative descriptive study using questionnaire data which is processed and analyzed using the cross tabulation approach (crosstabulation). The data collected was categorized using a Likert scale to measure the standard value of the effect of the Larea-rea port on the economic level. The results of the research based on categorization using the Likert scale show that the proportion of the parameter of goods produced is 50% with a standard effect value between 43.00-66.00, the proportion of services used is 53.4% ​​with a standard effect value between 43.00-66, 00, the proportion of the average income parameter used is 67.1% with a standard effect value between 63.00 - 88.00, that is, agreeing to increase the economy with the presence of Larea-rea port.

Referensi

Bintarto, (1968). Beberapa Aspek Geografi. Yogyakarta : Karya.

Damopolii, D. W. (2009). Peran Pelabuhan Labuan Uki Terhadap Pengembangan Wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow. Dalam Skripsi. Semarang: Universitas Diponegoro.

Gurning, R. O. S. & Eko Hariyadi Budiyanto. (2007). Manajemen Bisnis Pelabuhan. PT Andhika Prasetya Ekawahana.

Herdiana, L. (2012, Mei 16). Pelabuhan. Dipetik dari: http://lisaherdiana.blogspot.co.id/2012/04/pelabuhan.html.

Hutagalung, B. R. (2004). Dampak Aktivitas Pelabuhan dan Sebaran Pencemaran Lingkungan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan Sekitarnya. Semarang: Universitas Diponegoro.

Jinca, M. Yamin, (2011). Transportasi Laut Indonesia - Analisis Sistem dan Studi Kasus.Surabaya: Brilian Internasional.

Kementrian Agama Republik Indonesia (2017). Al-Qur’an dan Terjemahan

Koestoer, R. H. (2001). Dimensi Keuangan Kota: Teori dan Kasus. Jakarta: UI Press.

Menteri Perhubungan Nomor KM 53. 2002. Tatanan Kepelabuhan Nasional-Keputusan Menteri Perhubungan.

Putra, A. A., & Susanti Djalante. (2016). Pengembangan Infrastruktur Pelabuhan dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan. Jurnal Ilmiah Media Engineering, 6 (1), 433-443.

Salmadian. (2018, September 17). Pertumbuhan Ekonomi: Pengertian Toeri dan Cara Mengukurnya. Dipetik dari: https://salamadian.com/pengertian -pertumbuhan-ekonomi/
Shihab, M. Q. (t.thn). Tafsir Al-Misbah. Jakarta: Lentera Hati.

Soegiri, H. (2008). Peranan Ekspor-Impor terhadap Perekonomian Jawa Timur dengan Pembenahan Fungsi Pelabuhan di Jawa Timur. Jurnal Ilmu Ekonomi dan Menejemen, 5(1), 87-120.

Suranto. (2004). Manajemen Operasional Angkutan Laut dan Kepelabuhan Serta Prosedur Impor Barang. Gramedia Pustaka Utama.

Triatmodjo, B. (2009) Perencanaan Pelabuhan. Yogyakarta: Beta Offset.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Pasal 1 Ayat 16. 2008 Tentang Pelayaran. Yahya, E. Abdul Rosyid & Agus Suherman. (2013). Tingkat Pemanfaatan Fasilitas Dasar dan
Fungsional dalam Strategi Peningkatan Produksi di Pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari Kota Tegal Jawa Tengah. Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology, 2 (1), 56-65.

Zulkifli, A. (2017). Pengaruh Pelabuhan Bira Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat Bira Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba. Dalam Skripsi. Makassar: Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
Diterbitkan
2020-01-10
Bagian
Artikel