ANALISA PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP KONDUKTIVITAS TERMAL PADA BAJA ST-37, ALUMINIUM, DAN TEMBAGA

  • Ferianto Sirandan Mahasiswa Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Muslim Indonesia
  • Sungkono Sungkono Dosen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Muslim Indonesia
  • Sulaiman Borahima Borahima Dosen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Muslim Indonesia
Keywords: konduktivitas termal, perpindahan kalor, temperatur

Abstract

Konduktivitas termal merupakan suatu koefisien yang menyatakan kemampuan suatu bahan dalam menghantarkan kalor. Semakin baik suatu bahan menghantarkan kalor, maka nilai koefisien konduktivitas termal bahan tersebut semakin besar. Sebaliknya jika bahan tersebut kurang baik dalam menghantarkan kalor, maka nilai koefisien konduktivitas termalnya kecil.pengujian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh temperatur terhadap konduktivitas termal pada Baja ST-37,Aluminium dan Tembaga.Prosedur penelitian ini dilakukan dengan langkah-langkah, yaitu masukkan benda uji pada alat pengujian, Mengatur kontroller instalasi dengan temperatur (80˚C, 90˚C, 100˚C, 110˚C, 120˚C, 130˚C, 140˚C dan 150˚C), Menekan tombol power ( ON ) pada    termokopel, menekan saklar elemen pemanas, mencatat temperatur T1, T2, T3 dan T4. Pengujian konduktivitas termal ini dilakukan terhadapa 3 jenis logam, yaitu baja ST-37,aluminium dan tembaga. Dari ketiga material logam yang diuji dapat kita lihat bahwa perubahan temperatur mempengaruhi nilai konduktivitas termalnya. Material   tembaga lebih baik dalam mengantarkan panas karena memiliki konduktivitas termal yang lebih tinggi  dibadingkan dengan material baja ST-37 dan aluminium yaitu sebesar 385W/m.℃ .

Published
2023-12-22
Section
Articles