STUDI PERBANDINGAN REFRIGERANT R-22 DAN R-32 TERHADAP KINERJA MESIN PENDINGIN

  • Andi Mappatoba.AM Mahasiswa Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Muslim Indonesia
  • Ahmad Amri Dosen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Muslim Indonesia
  • Sulaiman Borahima Dosen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Muslim Indonesia
Keywords: Mesin pendingin, Refrigerant R-22, Refrigerant R-32

Abstract

Saat  ini  kebanyakan  sistem  pendingin  hampir semuanya  bekerja  dengan  menggunakan  refrigeran sintetik  dibandingkan  bahan  pendingin  alam  seperti hidrokarbon  yang  ramah  lingkungan.  Refrigerasi adalah suatu proses penyerapan panas dari suatu zat atau produk sehingga temperaturnya berada dibawah  temperatur  lingkungan. Sistem refrigerasi yang umum dan mudah di jumpai pada aplikasi sehari- hari, baik untuk keperluan rumah tangga, komersial, dan industri, adalah system kompresi   uap (vapor compression   refrigerator). Dari hasil perbandingan refrigerant pada mesin pendingin pengujian pipa kapiler didapatkan dari variasi laju aliran massa refrigerant 0.007 Kg/s sampai 0.101 Kg/s, diperoleh daya sebesar 946 Watt sampai 880 Watt dari kecepatan laju aliran massa yaitu 0.007 Kg/s sampai 0.101 Kg/s dengan nilai Coeficient Of Performa sebesar 10.1071 sampai 9.7621 untuk refrigerant R-32. Diperoleh daya sebesar 440 watt sampai 616 Watt dari kecepatan laju aliran massa yaitu 0.061 Kg/s sampai 0.085 Kg/s dengan nilai Coeficient Of Performa sebesar 10.1071 sampai 9.7621 untuk refrigerant R-22. Dan pengujian katup expansi dengan variasi kecepatan laju aliran massa refrigerant dari 0.074 Kg/s sampai 0.094 Kg/s, diperoleh daya sebesar 528 Watt sampai 462 Watt dari kecepatan laju aliran massa yaitu 0,074 Kg/s sampai 0.0.094 Kg/s dengan nilai Coeficient Of Performa sebesar 10.1071 sampai 9.7621 untuk refrigerant R-32, diperoleh daya laju aliran massa yaitu 0.061 Kg/s sampai 0.089 Kg/s dengan nilai Coeficient Of Performa sebesar 2.3478 sampai 2.3166 untuk refrigerant R-22.

Published
2023-12-19
Section
Articles