KARAKTERISTIK MEKANIS TEMBAGA HASIL PENGECORAN DENGANVARIASI WAKTU FASE SOLIDIFIKASI

  • Rudianto Rudianto Dosen Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Muslim Indonesia.
  • Kusno Kamil Dosen Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Muslim Indonesia.
  • Muhammad Halim Asiri Dosen Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Muslim Indonesia.
Keywords: Pengecoran, Tembaga, pengujian kekerasan, struktur mikro

Abstract

Pengecoran logam adalah sala satu teknik pembuatan produk dimana logam dicairkan
dalam tungku peleburan kemudian dituangkan kedalam cetakan segi empat. Adapun teknik
pengumpulan data dengan pengujian specimen yang dimana penelitia peleburan tembaga dan uji
kekerasan di lakukan di laboratorium hasanuddin dan pengujian sem di laboratorium
strukturmicro universitas muslim indonesia. Serta mengguanakan tembaga. Jenis tembaga yang
digunakan adalah tembaga yang dijual di Makassar. Metode yang di gunakan dalam penelitian
ini yaitu metode untuk mengetahui butiran partikel nano pada tembaga setelah melalui peleburan
tembaga mengunakan furnace, alat uji kekerasan Hardnes dan alat uji SEM dengan
menggunakan alat bantu software Origin versi 2016.Hasil penelitian menunjukan bahwa Setelah
dilakukan pengujian mekanis maka perbedaan pada kekuatan hasil uji kekerasan dan struktur
mikro. Bahwa dari beberapa specimen uji kekerasan titik terbesar terjadi pada specimen
Tembaga pemanasan Cu 300°C 41,9 N/mm² di sebabkan semakin tinggi di beri perlakuan panas
maka tingkat kekerasannya menurun. Namun pada hasil pengujian struktur mikro terlihat bahwa
tingkat kekerasan di mulai pada tembaga normal 88,99% sampai Cu 300°C 27,04% sedangkan
Cu 400°C 56,96% sampai dengan Cu 500°C 78,03% terlihat pada saat pengamatan pada gambar
bahwa butiran-butiran partikel menyatu dengan butiran pada sekitar dan menjadi lebih solid

Published
2022-04-25
Section
Articles