ANALISIS KEKERASAN BAJA KARBON MEDIUM HQ 705 DENGAN PENGELASAN MIG (METAL INERT GAS)

  • Hosni Mubarak Mahasiswa Teknik Mesin, Universitas Muslim Indonesia
  • Muhammad Halim Asiri Dosen Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Muslim Indonesia.
  • Faisal Habib Dosen Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Muslim Indonesia.
Keywords: : Baja HQ 705, Media Pendingin, Kekerasan Brinnel

Abstract

Dalam bidang konstruksi khususnya pada elemen mesin, penggunaan logam selalu mengacu
pada jenis beban dan kondisi lingkungan. Material logam akan mengalami berbagai macam
kerusakan, umumnya kerusakan logam banyak ditemukan didaerah sambungan hasil pengelasan
(Porawati). Las MIG (Metal Inert Gas) menggunakan gas nyala api yang berasal dari busur nyala
listrik (Jalil). Sedangkan pada industri pengelasan umumnya digunakan media pendingin oli sesaat
setelah material dilas. Proses pendinginan dapat menambah unsur karbon pada sambungan
pengelasan sehingga kekerasannya meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
proses pendinginan dengan variasi arus terhadap nilai kekerasan menggunakan las MIG. Penelitian
ini dibuat dengan metode kajian pustaka dan eksperimen. Berdasarkan hasil penelitian, proses
pendinginan dengan variasi arus terhadap nilai kekerasan pada kampuh V 120 Ampere dan 150
Ampere menghasilkan nilai kekerasan sebesar 161 HBW s/d 197 HBW, sedangkan kampuh X
menghasilkan nilai kekerasan sebesar 176 HBW s/d 205 HBW. Waktu pengelasan dipengaruhi
jumlah panas yang masuk dan volume kampuh yang dilas. Dimana pada kampuh V 120A waktu
yang digunakan 5,49 Menit, pada kampuh V 150A waktu yang digunakan 2,47 menit sedangkan
pada kampuh X 120A waktu yang digunakan 3,91 menit dan pada kampuh X 150A waktu yang
digunakan 2,13 menit.

Published
2022-04-25
Section
Articles