ANALISIS KEKUATAN TARIK KOMPOSIT SERAT BATANG POHON WARU (HIBISCUS TILIACEUS)
Abstract
Teknologi hijau atau teknologi ramah lingkungan semakin serius dikembangkan oleh
negara-negara di dunia saat ini untuk menemukan material ramah lingkungan, dan menjadi
salah satu tantangan yang terus diteliti oleh para pakar untuk mendukung kemajuan teknologi
ini. serat kulit batang pohon waru (Hibiscus Tiliaceus) yang telah mengalami perlakuan
NaOH dan kunyit sebagai bahan penguat komposit atau dipadukan dengan resin epoxy, yang
selanjutnya diteliti sifat mekanisnya secara empiris sehingga diharapkan mampu memberikan
sumbangsih pemikiran terhadap penerapan teknologi hijau dan teknologi yang ramah
lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan perendaman
NaOH 5% selama 2 jam, pemanasan kunyit 20% sampai suhu 70-80oC yang didiamkan
selama 2 jam dan perendaman NaOH5% selama 2 jam yang dilanjutkan pemanasan kunyit
20% sampai suhu 70-80oC yang diamkan selama 2 jam terhadap morfologi, dan kekuatan
mekanis komposit serat kulit batang pohon Waru .
Spesimen pengujian tarik menggunakan standar ASTM 638-02,. Setelah dilakukan
perlakuan, kekuatan tariknya turun sebesar 40,91%. Pengamatan morfologi serat pengaruh
perlakuan perendaman NaOH 5% selama 2 jam terhadap serat batang pohon waru dapat
membersihkan serat dari ikatan-ikatan lignin dan selulosa, dan perlakuan pemanasan kunyit
20% sampai suhu 70-80oC yang diamkan selama 2 jam morfologi serat nampak berubah
warna akibat kandungan kurkumin dari kunyit dan masih terlihat lignin dan selulosanya
sedangkan perlakuan perendaman NaOH 5% selama 2 jam yang dilanjutkan dengan
pemanasan kunyit sampai suhu 70-80oC dan diamkan selama 2 jam terhadap serat batang
pohon waru, nampak perubahan warna terhadap serat karena kandungan kurkumin kunyit dan
serat terlihat bersih dari lignin dan selulosanya.



