Pengaruh Panjang Serat Ijuk dan Temperatur Pada Campuran Beton Aspal Terhadap Deformasi Permanen

  • Akhmad Hairuddin Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia
  • Ismail Akbar Felayati Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia
  • St. Fauziah Badaron Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia
  • Mukhtar Thahir Syarkawi Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia
  • Andi Alifuddin Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Abstrak

Rancangan pada campuran beton aspal dengan melakukan penggabungan bahan-bahan tertentu yang memiliki sifat dan karakteristik yang diharapkan yang dapat meningkatkan kinerja terhadap kelemahan dari bahan lainnya. Serat Ijuk memiliki dua fungsi yaitu sebagai bahan yang merupakan suatu kesatuan yang tercampur secara acak pada campuran dan sisi lain sebagai penguat yang dapat memberikan kekuatan rutting dengan penggabungan beberapa bahan sebagai penyusun campuran beton aspal yang meningkatkan kekuatan deformasi selama proses pembebanan. Serat ijuk merupakan serat alam dimana tersedia begitu banyak, akan tetapi pemanfaatannya belum optimal. Serat ijuk dapat digunakan sebagai penguat alternatif untuk bahan komposit. Tujuan penelitian untuk menganalisis perilaku rutting terhadap panjang serat ijuk pada campuran aspal beton dan menganalisis ketahanan pengaruh variasi panjang serat ijuk dan temperatur terhadap konstruksi jalan lapis beton aspal terhadap deformasi permanen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang serat ijuk 8mm memiliki nilai D0 terendah 4,29 mm, DS yang terbesar 750 lintasan/mm, dan nilai RD yang terkecil yaitu 0,056 mm/menit. Pengujian wheel tracking menghasilkan data bahwa temperatur dengan penggunaan serat ijuk sangat berpengaruh pada ketahan campuran terhadap rutting.

Diterbitkan
2019-04-30
Bagian
Articles