Analisis Penerapan Sistem Simpang Bersinyal pada Persimpangan Jl. Pajjaiang – Jl. Paccerakkang Kota Makassar

  • Ali Alwi G. Latuconsina Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia
  • Muhammad Maulana Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia
  • Yasnawi Idrus Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia
  • St. Fauziah Badaron Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia
  • Muhammad Husni Maricar Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia
Keywords: Analisis, lalu lintas, simpang bersinyal, metode Webster

Abstract

Dengan jumlah penduduk yang terus bertambah tiap tahunnya akan mempengaruhi aktivitas lalu lintas yang ada di kota Makassar. Hal ini dapat ditemukan pada salah satu simpang di kota Makassar yang terletak di Jl. Pajjaiang – Jl. Paccerakkang. Kemacetan yang terjadi pada simpang Jl. Pajjaiang – Jl. Paccerakkang disebabkan oleh hambatan samping yang tinggi pada ruas Jl. Paccerakkang, banyaknya kendaraan yang melanggar rambu lalu lintas, dan  keterbatasan ruang gerak untuk pengguna jalan. Tujuan dilakukannya penelitian ini ialah untuk mengetahui kinerja pada simpang Jl. Pajjaiang – Jl. Paccerakkang dan merancang sistem simpang bersinyal untuk mengatasi kemacetan yang terjadi pada simpang Jl. Pajjaiang – Jl. Paccerakkang. Untuk menganalisa kinerja simpang dilakukan analisis menggunakan nilai kapasitas, derajat kejenuhan, dan tundaan simpang yang mengacu pada pedoman MKJI 1997. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai kapasitas C sebesar 5286 smp/jam, derajat kejenuhan DS sebesar 0,68, dan tundaan simpang D sebesar 11,34 smp/jam. Dengan tingkat pelayanan yang C berdasarkan nilai derajat kejenuhan dan B berdasarkan tundaan simpang. Untuk merancang sistem simpang bersinyal digunakan metode webster utnuk mendapatkan durasi lampu lalu lintas. Berdasarkan hasil analisis didapatkan waktu siklus C sebesar 54 detik pengaturan dengan 2 fase yaitu, fase utara dengan waktu hijau sebanyak 19 detik, merah sebanyak 32 detik, kuning sebanyak 3 detik, dan fase timur-barat dengan waktu hijau sebanyak 29 detik, merah sebanyak 22 detik, dan kuning sebanyak 3 detik.

Published
2022-01-31
Section
Articles