KARAKTERISTIK FISIK RUMAH ADAT GORONTALO (DULOHUPA DAN BANTAYO POBO’IDE
Abstract
Tujuan penelitian menganalisis karakteristik fisik Rumah Adat Gorontalo. Metode penelitian paradigma rasionalistik dengan lokasi Kota Gorontalo dan Kabupaten Limboto. Survey lapangan dilakukan pada bulan November – Desember 2015, dimulai dengan pengambilan data awal dilanjutkan dengan wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan kemudian strukturisasi data, serta konfirmasi data dengan kenyataan di lapangan dan pandangan tokoh adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik fisik kedua rumah adat sebagai berikut: (1) luasan, Dulohupa lebih kecil daripada Bantayo Pobo’ide. (2) Organisasi ruang, Dulohupa memiliki susunan ruang lebih sederhana, jumlah ruang lebih sedikit (7 ruang), dan fungsi utamanya untuk kegiatan adat, sedangkan Bantayo Pobo’ide lebih rumit, ruang lebih banyak (22 ruang), dan fungsi utamanya untuk kegiatan adat dan kediaman raja. Karakteristik yang lebih mengacu pada falsafah adat gorontalo yaitu “adati hula-hula’a to sara’a, sara’a hula-hula’a to kuru’ani” karena menurut tinjauan historis Gorontalo raja pertama masuk Islam sehingga semua adat istiadat budayanya menganut ajaran Islam.
References
Budihardjo. (1994). Percikan Masalah Arsitektur,Perumahan Perkotaan, Penerbit Gajah Mada University, Press.
Daulima, Farha. Pateda, Karim (2001). Bantayo Poboide ‘Struktur dan Fungsinya’.
Daulima, Farha dan Hapri, Harun. 2007. Mengenal Situs/Benda Cagar Budaya Di Provinsi Gorontalo. Gorontalo: Penerbit Forum Suara Perempuan LSM Mbu’I Bungale
Daulima, Farha. 2008. Dialog tentang Budaya Daerah bersama Bunda Farha. Gorontalo. Galeri Budaya Daerah LSM Mbu’i Bungale.
Nur. (1979). Beberapa Aspek Dan Hukum Adat Tata Negara Kerajaan Gorontalo Pada Masa Pemerintahan Eyato 1673-1679, (Ujung Pandang : UNHAS, 1979), h. 220
Authors who publish with Losari : Jurnal Arsitektur, Kota dan Pemukiman agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





























