PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP TINGKAT KENYAMANAN VISUAL PERMUKIMAN NELAYAN Studi kasus: pemukiman nelayan lette

  • Nurmiah Nurmiah Universitas Ichsan Gorontalo

Abstrak

Pemukiman   nelayan   adalah   suatu   pemukiman   bagi   masyarakat   secara   visual, dipandang kumuh dan kawasan tertinggal yang tidak memenuhi persyaratan ideal suatu hunian secara tekhniks maupun non tekhnis. Hal itu mendorong pemerintah untuk merivatilisasi  kawasan  itu  dengan  pengadaan  dan  pembenahan  infrastruktur  yang  ada Kota Makassar juga terkenal sebagai kota bahari yang memiliki banyak potensi namun mengalami problema yang terjadi diatas. Dalam revitalisasi kawasan Lette yang diadakan pemerintah tidak membuat   efek keindahan bagi kawasan tersebut namun, yang terjadi adalah kawasan Lette kembali menjadi kawasan yang kumuh. Salah satu penyebabnya kawasan Lette kembali menjadi kawasan kumuh, adalah pembenahan yang dilakukan pemerintah belum sesuai dengan apa yang dipersepsikan sehingga menimbulkan berkurangnya apresiasi masyarakat untuk tetap menjaga lingkunganya.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan visual dikawasan Lette. Kenyamanan visual di kawasan  Lette dapat kita ukur dengan mengetahui bentuk persepsi masyarakat  dan  apa  yang  menjadi  faktor  utama  pembentuk  persepsi  visual  mereka. Sehingga acuan ini dapat menjadi tahap peningkatan kenyamanan visual kawasan Lette dari tingkat kumuh. Landasan teori dari penelitian ini adalah bagaimana mengarahkan persepsi masyarakat tentang kenyamanan visual pada standart desain suatu waterfont yang ideal, dan juga mengarahkan persepsi masyarakat Lette pada faktor – faktor pembentuk kenyamanan visual tata massa bangunan, ruang, sirkulasi, vegetasi , street forniture, fungsi aktifitas. Untuk mengarahkan perancangan pada faktor – faktor visual yang secara kuantitas menpengaruhi kenyamanan visual. Metode yang dipakai penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan rasionalistik, dengan cara wawancara, observasi, dan suvey. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan suatu patokan untuk mengatasi permasalahan kenyamanan visual pada kawasan nelayan.sehiingga pemerintah mendapatkan suatu langkah yang tepat guna.

Referensi

Agung Nugroho, Ari , 2009 ,Study Persepsi Visual Sebagai Dasar Penataan Komposisi Papan Reklame Lepas Dijalan Simpang Empat. Jutap Pasca Sarjana UGM, Yokyakarta

Breen and Rigby, 1996, The New Water Font, Mc. Graw-Hill

Cullen ,G. 1961. . The Architectural Press. London

Dian, Damayanti, 2005 Peran Kualitas Visual Dalam Menentukan Karakter Kawasan Borobudur. Jutap Pasca Sarjana UGM, Yokyakarta

Gostling , D . 1984. Pengantar Perancangan Kota, Erlangga , Jakarta

Hakim R , 1993 Unsur – Unsur Perancangan Dalam Arsitektur , Bumi Aksara. Jakarta

Rapoport, Amost, 1977, Human Aspect Of Urban Form, Pergamon Press, New York
Diterbitkan
2017-07-05
Bagian
Artikel