PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP TINGKAT KENYAMANAN VISUAL PERMUKIMAN NELAYAN Studi kasus: pemukiman nelayan lette
Abstrak
Pemukiman nelayan adalah suatu pemukiman bagi masyarakat secara visual, dipandang kumuh dan kawasan tertinggal yang tidak memenuhi persyaratan ideal suatu hunian secara tekhniks maupun non tekhnis. Hal itu mendorong pemerintah untuk merivatilisasi kawasan itu dengan pengadaan dan pembenahan infrastruktur yang ada Kota Makassar juga terkenal sebagai kota bahari yang memiliki banyak potensi namun mengalami problema yang terjadi diatas. Dalam revitalisasi kawasan Lette yang diadakan pemerintah tidak membuat efek keindahan bagi kawasan tersebut namun, yang terjadi adalah kawasan Lette kembali menjadi kawasan yang kumuh. Salah satu penyebabnya kawasan Lette kembali menjadi kawasan kumuh, adalah pembenahan yang dilakukan pemerintah belum sesuai dengan apa yang dipersepsikan sehingga menimbulkan berkurangnya apresiasi masyarakat untuk tetap menjaga lingkunganya.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan visual dikawasan Lette. Kenyamanan visual di kawasan Lette dapat kita ukur dengan mengetahui bentuk persepsi masyarakat dan apa yang menjadi faktor utama pembentuk persepsi visual mereka. Sehingga acuan ini dapat menjadi tahap peningkatan kenyamanan visual kawasan Lette dari tingkat kumuh. Landasan teori dari penelitian ini adalah bagaimana mengarahkan persepsi masyarakat tentang kenyamanan visual pada standart desain suatu waterfont yang ideal, dan juga mengarahkan persepsi masyarakat Lette pada faktor – faktor pembentuk kenyamanan visual tata massa bangunan, ruang, sirkulasi, vegetasi , street forniture, fungsi aktifitas. Untuk mengarahkan perancangan pada faktor – faktor visual yang secara kuantitas menpengaruhi kenyamanan visual. Metode yang dipakai penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan rasionalistik, dengan cara wawancara, observasi, dan suvey. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan suatu patokan untuk mengatasi permasalahan kenyamanan visual pada kawasan nelayan.sehiingga pemerintah mendapatkan suatu langkah yang tepat guna.
Referensi
Breen and Rigby, 1996, The New Water Font, Mc. Graw-Hill
Cullen ,G. 1961. . The Architectural Press. London
Dian, Damayanti, 2005 Peran Kualitas Visual Dalam Menentukan Karakter Kawasan Borobudur. Jutap Pasca Sarjana UGM, Yokyakarta
Gostling , D . 1984. Pengantar Perancangan Kota, Erlangga , Jakarta
Hakim R , 1993 Unsur – Unsur Perancangan Dalam Arsitektur , Bumi Aksara. Jakarta
Rapoport, Amost, 1977, Human Aspect Of Urban Form, Pergamon Press, New York
Authors who publish with Losari : Jurnal Arsitektur, Kota dan Pemukiman agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





























