STRATEGI PENGENDALIAN POLA PERGERAKAN DAN PENGGUNAAN LAHAN BERBASIS KONSEP COMPACT CITY DI KECAMATAN RAPPOCINI KOTA MAKASSAR

  • Andi Muhammad Akbar Universitas Muslim Indonesia
Keywords: Konsep, compact city, urban sprawl.

Abstract

Fenomena Urban Sprawl yang terjadi di Kota Makassar telah menimbulkan berbagai permasalahan,  terutama di sektor transportasi salah satunya dapat dilihat melalui tingginya volume transportasi dari wilayah suburban menuju pusat Kota Makassar maupun sebaliknya, hal ini cenderung menyebabkan kemacetan dibeberapa titik di Kota Makassar. Untuk itu, sebagai alternatif utama pengimplementasian pembangunan berkelanjutan dalam sebuah kota dan sebagai solusi dari fenomena Urban Sprawl  maka dicetuskanlah konsep kota kompak atau Compact City.  Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengkaji potensi penerapan konsep kota kompak di wilayah suburban  Kota Makassar sebagai solusi permasalahan urban sprawl. Potensi penerapan ini ditinjau dari aspek kondisi wilayah suburban  berdasarkan Indikator compact city,  selanjutnya analisis pada aspek transportasi dengan manganalisis pola pergerakan penduduk dan kemudian menyusun strategi penataan kota dengan pendekatan konsep kota kompak (Compact City). Penelitian ini bersifat deskriptif, yaitu dengan menjelaskan kondisi wilayah suburban berdasarkan indikator compact city, selanjutnya menganalisis pola pergerakan penduduk dengan mengumpulkan data melalui observasi dan wawancara terhadap 321 responden. Data dianalisis dengan menggunakan matriks asal tujuan (MAT), deskriptif kuantitatif, dan analisis spasial dengan peta citra satelit, kemudian menyusun strategi penataan kota dengan pendekatan konsep kota kompak dengan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep ini dianggap telah sesuai, hal ini berdasarkan pengukuran jarak tempuh penduduk dalam radius berjalan kaki dan bersepeda, dengan menggunakan instrumen penyebaran penduduk terhadap jarak tempuh dari konsentrasi penyebaran penduduk ke pusat aktifitas dengan fasilitas campuran di dalam wilayah penelitian. Sedangkan analisis pola pergerakan penduduk di wilayah Suburban berdasarkan tujuan pergerakan, kedakatan jarak menunjukkan bahwa pola pergerakan penduduk dari Suburban ke Urban umumnya menggunakan kendaraan pribadi dengan tujuan bekerja, berbelanja, rekreasi dan kegiatan sosial, sedangkan kegiatan pendidikan umumnya dilakukan di kawasan suburban. Selanjutnya berdasarkan hasil analisis sebelumnya dapat disusun beberapa strategi yang dapat mendukung pengimplementasian konsep kota dengan pendekatan konsep kota kompak (compact city).

References

Akhmad, (2010), Kinerja Ruas Jalan Arteri di Kota Makassar, Program Pascasarjana, Universitas Hasanuddin, Makassar

Cendrawati, A, (2009), Penetuan Halte Angkutan Kota pada Rute Terminal Regional Daya-P.T. Telkom di Kota Makassar, Program Pascasarjana, Universitas Hasanuddin, Makassar.

Jinca. (2006). Rencana tata ruang terpadu untuk wilayah metropolitan Mamminasata. KRI International Corp Nippon Koei Co.Ltd

Khisty, J dan Lall, K. (2006). Dasar-dasar rekayasa transportasi, karakteristik, teori dan kebijakan. Ghalia Indonesia, Jakarta

Penalosa, E. (2005). Peran Transportasi dalam Kebijakan Perkembangan Perkotaan, Modul 1a, Transportasi Berkelanjutan: Panduan Bagi Pembuat Kebijakan di Kota-Kota Berkembang. GTZ. Germany

Soemardjito, J dkk. (2009), Respon Masyarakat terhadap Pengembangan Fasilitas Park and Ride untuk Mendukung Angkutan Umum Perkotaan. Proceeding: Simposium XII Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi , Universitas Kristen Petra, Surabaya

Sukarto, H. (2006), Transportasi Perkotaan dan Lingkungan. Jurnal Teknik Sipil vol 3 no 2. Universitas Pelita Harapan, Banten.

Takeda, H dkk. (2010). Analysis of Public Transportation Use Based on The Person Trip Survey and Exammination of Strategy of TOD. Proceedings: The 7th International Symposium on City Planning and Environmental Management in Asian Countries. Asian Urban Research Group (AURG).Fukuoka, Japan.

Tamin. O.Z. (2000). Perencanaan dan Permodelan Transportasi. Edisi kedua. ITB, Bandung

Trimadi. H. (2005). Transit Oriented Development (TOD) sebagai Bagian Transport Demand Management (TDM), Seksi Lalu Lintas Perkotaan Wilayah II Subdit Lalu Lintas Perkotaan, dit bstp. www.hubdat.web.id/pustaka/ensiklopedia/bstp/todtdm.pdf diunduh 2 Maret 2009.

Wibawa, A Bayu, (2009). Tata Guna Lahan dan Transportasi dalam Pembangunan yang Berkelanjutan, www.pustralugm.org/dpr/BK/ Interaksi Transportasi dan Guna Lahan.pdf, diakses tanggal 4 juli 2009 pukul 10.54 WiTa
Published
2017-02-07
How to Cite
1.
Akbar AM. STRATEGI PENGENDALIAN POLA PERGERAKAN DAN PENGGUNAAN LAHAN BERBASIS KONSEP COMPACT CITY DI KECAMATAN RAPPOCINI KOTA MAKASSAR. Losari J.Ars Kot Man [Internet]. 2017Feb.7 [cited 2026May27];2(1):31-5. Available from: https://jurnalftlama.umi.ac.id/index.php/losari/article/view/56
Section
Artikel