PENGARUH KUALITAS ATRAKSI WISATA TERHADAP KEPUASAN DAN MOTIVASI KUNJUNGAN KEMBALI WISATAWAN MANCANEGARA DI KAWASAN WISATA TANJUNG BIRA, KABUPATEN BULUKUMBA
Abstract
Kondisi kepariwisataan di Kawasan Wisata Tanjung Bira, Kabupaten Bulukumba memiliki potensi atraksi (daya tarik) wisata yang sangat besar untuk dikunjungi wisatawan akan tetapi tidak dibarengi dengan pengembangan atraksi wisata. Hal ini terlihat dengan terciptanya citra negatif pada kawasan wisata Tanjung Bira menyebabkan rendahnya kualitas atraksi wisata kawasan yang tidak dibarengi dengan terjadinya peningkatan jumlah kunjungan dari tahun ke tahunnya pada kawasan wisata tersebut. Peningkatan kualitas atraksi (daya tarik) wisata diharapkan mampu meningkatkan kepuasan dan motivasi berkunjung kembali sehingga dapat menimbulkan efek langsung terhadap kawasan wisata tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bagaimana kualitas atraksi wisata yang tersedia dapat memperlihatkan kemampuannya dalam mempengaruhi kepuasan dan motivasi kunjungan kembali wisatawan mancanegara. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif yang bertujuan untuk menggali, mencari makna, fakta dan interpretasi yang tepat terhadap fenomena atau kecenderungan perilaku wisatawan mancanegara dalam melakukan kegiatan wisatanya di Kawasan Wisata Tanjung Bira. Persepsi, kepuasan wisatawan, dan atraksi wisata adalah kunci dalam memahami perilaku dan motivasi wisatawan berkunjung kembali. Temuan-temuan yang dihasilkan adalah (1) Kawasan Wisata Tanjung Bira memiliki kualitas atraksi wisata yang cukup baik, (2) Tidak memberikan kepuasan yang optimal terhadap wisatawan mancanegara dalam melakukan kegiatan wisatanya, (3) Yang kemudian mempengaruhi tingkat motivasi kunjungan kembali wisatawan mancanegara dimana hanya termotivasi untuk melakukan kunjungan pertamanya tidak untuk kunjungan selanjutnya.
References
Gooddal, M. Places And Region In Global Context. Pearce Od Education. 1991.
Inskeep, Edward. Tourism Planning. New York: Van Nostrand Reinhold. 1991.
Iranda, Fara K. Pengaruh Sebaran Produk Terhadap Pola Perjalanan Wisatawan Mancanegara di Kota Batam. Universitas Gadjah Mada. 2011.
Kamase, Jeni. Segmentation, Targeting, Dan Positioning. 2008
Kotler, Philip. dan Amstrong, Gary. Principle of Marketing. 2003
Medlik, S dan Middleton. Dictionary Of Travel, tourism, And Hospitality. London: Butterwoth-Heinemann. 2003
Mill, Robert and Morrison, C. The Tourism System. The Prentice Hal. 1985.
Pendit, Nyoman S. Ilmu Pariwisata. 1994
Pitana, I Gede dan Putu G. Gayatri. Sosiologi Pariwisata Edisi I. 2005.
Sharma, L dan Patterson, B. Consumer Satisfaction. Journal of Tourism. 2000.
Song, Michal dan Parry, Mark E. A Cross National Comparative Study of New Product Development Process : Japan and The US, Journal of Marketing. 1997.
Sujono, R. Strategi Pengembangan Pasar. Yogyakarta : Kanisius. 2007.
Suswantoro, Gamal. Dasar-dasar Pariwisata. Yogyakarta : Andi. 2004
Yoeti, Oka. A. Perencanaan Strategi Pemasaran Daerah Tujuan Wisata. Jakarta : Pradnya Paramita. 2002
Zeithaml, Valarie. Conceptual Model of Service Quality And Its Implication For Future Research. Journal Of Marketing. 1998.
Authors who publish with Losari : Jurnal Arsitektur, Kota dan Pemukiman agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





























