PERUBAHAN FUNGSI LANSEKAP TERHADAP PENINGKATAN TEMPERATUR UDARA DI LINGKUNGAN KOTA MAKASSAR

  • Juhana Said Universitas Muslim Indonesia
Keywords: fungsi lanskap, temperatur udara

Abstract

Pertumbuhan kota sangat cepat dalam kurun waktu relatif singkat. Adanya tuntutan sarana dan prasarana, tuntutan akan pusat pertokoan, mall, kawasan permukiman baru, daerah industri, termasuk makin semaraknya kegiatan di bidang pariwisata menyebabkan lahan perkotaan semakin padat. Banyaknya lahan terbangun semakin menekan lahan terbuka. Perubahan fungsi lanskap tersebut tentu memiliki dampak terhadap peningkatan temperatur udara dan pembentukan pulau panas (heat island) di kawasan kota. Makalah ini fokus akan melihat perubahan fungsi lanskap yang terjadi di Kota  Makassar dari beberapa dekade. Perubahan lanskap dalam hal ini merupakan perubahan penggunaan lahan dan fungsi lanskap, meliputi: lahan terbangun (permukiman, pertokoan, perkantoran bangunan pemerintah, fasilitas umum, dan lai-lain), lahan terbuka (taman / lapangan), lahan berair (tambak, rawa-rawa, sungai, waduk dan kanal), lahan garapan (persawahan), dan lahan hijau (kebun dan hutan). Perubahan fungsi lanskap dari area terbuka menjadi kota yang tertutup dan padat, mencerminkan tingginya temperatur udara di lingkungan tersebut. Untuk mendapatkan dukungan data yang akurat dilakukan dokumentasi yang relevan, terkait; data tutupan lahan, interpretasi peta sejarah, foto udara dan pengumpulan data statistik.

Published
2016-02-22
How to Cite
1.
Said J. PERUBAHAN FUNGSI LANSEKAP TERHADAP PENINGKATAN TEMPERATUR UDARA DI LINGKUNGAN KOTA MAKASSAR . Losari J.Ars Kot Man [Internet]. 2016Feb.22 [cited 2026May15];1(1):15-2. Available from: https://jurnalftlama.umi.ac.id/index.php/losari/article/view/31
Section
Artikel