https://jurnalftlama.umi.ac.id/index.php/jmove/issue/feedJ-Move 2023-12-22T08:59:14+00:00Sattarsattar.teknik@umi.ac.idOpen Journal Systems<p>Jurnal ini menerima tulisan berupa artikel ilmiah dengan bidang ilmu teknik mesin. Frekuensi Terbitan 4 Bulanan. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Teknik Mesin <a href="https://ft.umi.ac.id/" target="_blank" rel="noopener">Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia (UMI)</a>. </p>https://jurnalftlama.umi.ac.id/index.php/jmove/article/view/780KARAKTERISTIK DAYA OUTPUT TURBIN ARCHIMEDES SCREW TERHADAP KEMIRINGAN POROS YANG DIUJI PADA SALURAN TERTUTUP2023-12-22T08:33:31+00:00A.Aswin Salamnurhasymin@gmai.comMahmuddin Mahmuddinnurhasymin@gmai.com<p>Pembangkit listrik <em>hydropower</em> model turbin archimedes screw merupakan jenis pembangkit listrik Energi Baru Terbarukan skala <em>pico-hydro</em> yang menggunakan tenaga penggerak air yang bisa dioperasikan pada head rendah namun memiliki efesiensi cukup tinggi. Beberapa parameter yang berpengaruh terhadap output yang dihasilkan oleh turbin archimedes screw yaitu jumlah sudu, jarak pitch, kemiringan sudu, sudut kemiringan poros turbin, debit, dan jenis saluran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik daya output turbin archimedes screw terhadap kemiringan poros yang diuji pada saluran tertutup. Spesifikasi spesimen turbin Archimedes screw yang digunakan berdiameter luar (do) 330 mm, berdiameter dalam (di) 89 mm, jarak pitch 160 mm, dan panjang poros screw 2000 mm, kemiringan sudu 40°. Variasi sudut kemiringan poros yang akan diuji yaitu sudut 10°, 15°, 20°, dan 25° dengan variasi debit pada setiap kemiringan poros yaitu 0,0294 s; 0,0340 s; 0,0390 s; 0,0443 s ; dan 0,0489 s. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa daya output maksimum yang dihasilkan senilai 512,91 watt pada sudut 20° dengan debit air senilai 0,0489 s dan efesiensi maksimum 57,32 % dengan beban konstan 600 watt. Sedangkan daya minimum berada pada sudut kemiringan poros 10° pada debit yang sama yaitu 0,0489 s menghasilkan daya turbin senilai 239,7 watt, dengan efisiensi senilai 26,8 %, dan beban konstan 600 watt.</p>2023-12-22T00:00:00+00:00Copyright (c) https://jurnalftlama.umi.ac.id/index.php/jmove/article/view/782ANALISIS RESPON GETARAN PADA SUSPENSI BAGIAN RODA DEPAN MOBIL TOYOTA VIOS AKIBAT UNBALANCE FORCE2023-12-22T08:41:27+00:00Eko Surantonurhasymin@gmai.comFaisal Habibnurhasymin@gmai.comZulkifli Manguluangnurhasymin@gmai.com<h2>ABSTRAK</h2> <p>Dampak adanya getaran yang berlebihan pada sebuah sistem akan menimbulkan terjadinya getaran yang tidak diinginkan karena getaran dapat mengganggu kenyamanan bahkan getaran juga dapat merusak komponen mesin. Untuk itu upaya dilakukan untuk meredam getaran pada mobil seperti menggunakan sistem suspensi mobil. Metode yang digunakan dalam pengambilan data pada penelitian ini adalah dengan pengambilan data secara kuantitatif yaitu dengan cara pemeriksaan, pengukuran, dan perhitungan tentang suspensi depan, power steering, dan roda yang terjadi pada mobil Toyota Vios. Mengumpulkan data teknis pada mobil Toyota Vios dalam menganalisa sistem suspensi bagian roda depan yang dapat mengakibatkan kekuatan ketidaksetimbangan (Unbalance Force). Pada analisa getaran yang terjadi pada suspensi bagian roda depan mobil toyota vios akibat massa unbalance terjadi pertambahan kecepatan getaran dari kondisi balance ke kondisi unbalance. Berdasarkan data dari beban statis pada roda depan mobil toyota vios yang dizinkan sebesar 560 kg. Sehingga pada analisa gaya unbalance yang terjadi pada suspensi bagian roda depan mobil toyota vios dari yang terkecil ke terbesar, yaitu 32,1 N, 50,3 N, dan 72,1 N masih tergolong diizinkan. Semakin cepat kecepatan mobil maka semakin besar gaya unbalance yang terjadi.</p>2023-12-22T00:00:00+00:00Copyright (c) https://jurnalftlama.umi.ac.id/index.php/jmove/article/view/783ANALISA PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP KONDUKTIVITAS TERMAL PADA BAJA ST-37, ALUMINIUM, DAN TEMBAGA2023-12-22T08:48:40+00:00Ferianto Sirandannurhasymin@gmai.comSungkono Sungkononurhasymin@gmai.comSulaiman Borahima Borahimanurhasymin@gmai.com<p>Konduktivitas termal merupakan suatu koefisien yang menyatakan kemampuan suatu bahan dalam menghantarkan kalor. Semakin baik suatu bahan menghantarkan kalor, maka nilai koefisien konduktivitas termal bahan tersebut semakin besar. Sebaliknya jika bahan tersebut kurang baik dalam menghantarkan kalor, maka nilai koefisien konduktivitas termalnya kecil.pengujian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh temperatur terhadap konduktivitas termal pada Baja ST-37,Aluminium dan Tembaga.Prosedur penelitian ini dilakukan dengan langkah-langkah, yaitu masukkan benda uji pada alat pengujian, Mengatur kontroller instalasi dengan temperatur (80˚C, 90˚C, 100˚C, 110˚C, 120˚C, 130˚C, 140˚C dan 150˚C), Menekan tombol power ( ON ) pada termokopel, menekan saklar elemen pemanas, mencatat temperatur T1, T2, T3 dan T4. Pengujian konduktivitas termal ini dilakukan terhadapa 3 jenis logam, yaitu baja ST-37,aluminium dan tembaga. Dari ketiga material logam yang diuji dapat kita lihat bahwa perubahan temperatur mempengaruhi nilai konduktivitas termalnya. Material tembaga lebih baik dalam mengantarkan panas karena memiliki konduktivitas termal yang lebih tinggi dibadingkan dengan material baja ST-37 dan aluminium yaitu sebesar 385W/m.℃ .</p>2023-12-22T00:00:00+00:00Copyright (c) https://jurnalftlama.umi.ac.id/index.php/jmove/article/view/784PENGARUH KOMPOSISI CAMPURAN RESIN DAN SERAT SUTERA TERHADAP SIFAT MEKANIS KOMPOSIT2023-12-22T08:53:58+00:00Wahyu Ramadani Safitrahnurhasymin@gmai.comMuhammad Balfasnurhasymin@gmai.comFaisal Habibnurhasymin@gmai.com<p>Serat atau fiber dalam bahan komposit berperan sebagai bagian utama yang menahan beban, sehingga besar kecilnya kekuatan bahan komposit sangat tergantung dari kekuatan serat pembentuknya. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui kekuatan tarik komposit serat sutera dengan variasi perbandingan 95% resin 05% sutera, 90% resin 10% sutera dan 85% resin 15% sutera bermatrik polimer, serta untuk mengetahui kekuatan bending pada komposit serat sutera dengan variasi perbandingan 95:05, 90:10 dan 85:15 bermatrik polimer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai tegangan maka kekuatan tarik semakin tinggi. Dimana pada pengujian tarik perbandingan spesimen antara 95:05, 90:10, dan 85:15 di dapatkan nilai tegangan terbesar yaitu pada perbandingan 85% resin dan 15% serat di mana nilai tegangan sebesar 75,8645N/mm<sup>2</sup> dan regangan sebesar 10,2541 N, 90% resin dan 10% serat di mana nilai tegangan sebesar 60,6839 N/mm<sup>2</sup> dan regangan sebesar 6,3907 N, sedangkan komposit serat sutera dengan nilai terkecil di dapatkan pada perbandingan 95% resin dan 05% serat di mana nilai tegangannya sebesar 53,8227 N/mm<sup>2</sup> dan regangannya sebesar 6,4996 N. Hal ini dipengaruhi karena serat pada perbandingan 95:05 dan 90:10 lebih sedikit dibandingkan dengan 85:15. Dan untuk pengujian bending perbandingan spesimen antara 95:05, 90:10, dan 85:15 dapat dilihat bahwa nilai kekuatan tertinggi yaitu pada perbandingan serat 85:15 dengan nilai rata-rata 203,3574 N/mm<sup>2</sup>. Sedangkan nilai terendah yaitu pada perbandingan serat 95:05 dengan nilai rata-106,5262 N/mm<sup>2</sup>. Perbedaan setiap hasil uji bending dipengaruhi oleh campuran perbandingan resin dan serat sutera pada setiap spesimen.</p>2023-12-22T00:00:00+00:00Copyright (c) https://jurnalftlama.umi.ac.id/index.php/jmove/article/view/785DESAIN MEKANISME FOLDING ROOF (MULTI LINK MECHANISM) BERPENGGERAK MOTOR2023-12-22T08:59:14+00:00Nita Levina Rirynurhasymin@gmai.com<p>Perancangan (<em>design</em>) secara umum dapat didefinisikan sebagai formulasi suatu rencana untuk memenuhi dan memudahkan pekerjaan manusia. Secara sederhana perancangan dapat diartikan sebagai kegiatan pemetaan dari ruang fungsional ke ruang fisik untuk memenuhi tujuan-tujuan akhir perancang secara spesifik atau obyektif. Desain mekanisme buka tutup atap garasi dalam ukuran tertentu ini dimaksudkan agar garasi secara fungsional dapat menerima sinar matahari secara langsung dengan melipat atap secara mekanis, yakni dengan menerapkan prinsip mekanisme dinamika sehingga atap dapat dibuka secara otomatis atas bantuan motor yang dikopel dengan sistem roda gigi sehingga gerakan mekanisme dapat diperlambat. Gaya berat atap diasumsikan terkonsentrasi pada masing-masing panel atap I dan panel atap II. Gaya tarik atau tekan yang dibutuhkan untuk keseluruhan gerak mekanisme diakumulasikan yang menghasilkan kebutuhan daya motor sebesar 827,39 Watt. Mekanisme ini merupakan</p>2023-12-22T00:00:00+00:00Copyright (c)