Pengaruh Temperatur Pemadatan terhadap Parameter Marshall Test dan Tegangan Tarik pada Campuran Split Mastic Asphalt

  • Asmidar Asmidar Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia
  • Reza Syavira Aurannisa Putri A. Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia
  • Asma Massara Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia
  • Mukhtar Tahir Syarkawi Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia
  • Andi Alifuddin Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia
Keywords: Temperatur, pemadatan, split mastic asphalt, kuat tarik tidak langsung

Abstract

Temperatur pemadatan merupakan salah satu faktor penting proses pemadatan karena mempengaruhi kinerja dari campuran, serta berpengaruh pada kepadatan campuran beton aspal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari variasi temperatur pemadatan terhadap parameter Marshall dan tegangan tarik pada campuran Split Mastic Asphalt (SMA). Metode yang digunakan yaitu eksperimen melalui pengujian Marshall Test, pengujian Indirect Tensile Strength (ITS). Hasilspenelitian membuktikan bahwa seiring penambahan temperatur pemadatan pada aspal beton, maka akan meningkatkan nilai stabilitas, rongga terisi aspal, density, kelelehan serta menurunkan nilai rongga pada agregat, rongga dalam campuran dan marshall quotient. Adapun nilai temperatur pemadatan optimum untuk campuran Split Mastic Asphalt (SMA) sebesar 130˚ C, dengan nilai VIM 4.81%, VMA 17,40%, VFA 74.266%, Stabilitas 685,622 kg, kelelehan 3.70 mm, Marshall Quotient 187,121 kg/mm dan density 2.248 kg/mm3. Pada pengujian ITS temperatur pemadatan mempengaruhi nilai kepadatan campuran beton aspal. Nilai tegangan regangan meningkat seiring penambahan temperatur, namun kembali menurun karena temperatur pemadatan melebihi temperatur pemadatan optimum dengan nilai tegangan 39264.50 kPa, regangan 0.01033mm, dan modulus elastis 3802540.70 kPa.

Published
2022-01-31
Section
Articles