Nilai Ekonomi yang Ditimbulkan oleh Kemacetan Akibat Kepadatan Arus Lalu Lintas di Kota Makassar (Jln. Urip Sumoharjo dan Jln. Hertasning)

  • Bachri Suardi Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia
  • Jussamsi Jussamsi Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia
  • Lambang Basri Said Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia
  • St. Maryam Hafran Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia
  • Ishak Gani Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia
Keywords: kemacetan, kerugian ekonomi, ruas jalan, waktu tempuh

Abstract

Dalam pencapaian pembangunan kota Makassar, peranan transportasi darat memiliki posisi penting dan strategis, sehingga kebijakannya perlu dipadukan dalam satu kesatuan kebijakan manajemen transportasi darat dan dampaknya terhadap prekonomian masyarakat di kota Makassar. Berbagai kebijakan telah dikeluarkan untuk meminimalisasi masalah transportasi darat tersebut, namun sebaik apa pun kebijakan tidak akan berhasil secara maksimal selama manajemen transportasi daratnya kurang dibenahi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh kemacetan akibat kepadatan arus lalu lintas di kota Makassar, terutama di jalan Urip Sumoharjo dan jalan Hertasning, selain itu juga bertujuan untuk mengetahui konsep penanganan permasalahan kemacetan. Studi dilakukan pada Jl. Urip Sumoharjo dan JL. Hertasning Kota Makassar. Data primer yang dikumpulkan adalah volume lalu lintas, kapasitas ruas jalan serta tingkat pelayanannya. Selain itu juga dilakukan survei menggunakan instrumen kuesioner untuk mengetahui kerugian ekonomi yang ditimbulkan akibat kemacetan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada seorang sampel mengalami penambahan waktu tempuh selama 10 menit dalam perjalanannya tiap hari menuju lokasi tujuan yang dikonversikan ke dalam kerugian ekonomi sebesar Rp.7.300 tiap harinya. Begitupun dengan sampel nomor dua dan tiga.

Published
2019-10-31
Section
Articles